Khamis, 25 September 2008

Perbandingan Golongan Kreatif dan Golongan Buntu

Orang kreatif itu memang biasanya dianggap gila tapi tentu tidak semuanya. Rasanya kita tahu beberapa kisah mengenai tokoh-tokoh kreatif yang terkemuka seperti Albert Eistein dan lain-lain. Walaupun pada awal kerjayanya dikira kurang waras atau pada masa kecilnya malah dianggap agak selekeh atau bodoh atau malas. Sehingga mereka ini akan dibenci dan tidak disukai oleh manusia manusia yang tertutup fikiran dan terbantut kreativiti secara semulajadi. Kini, bahkan ekspresi kekaguman kita terhadap manusia semacam ini berbentuk gelengan kepala yang menunjukkan sejemput rasa tidak percaya dan tidak mengerti kerana sebenarnya kita hanya perasan pandai tetapi realitinya lebih bodoh dari mereka. Apakah yang membuat kita sulit sekali untuk memahami mereka?

Menurut Mihaly Csikszentmihalyi, http://en.wikipedia.org/wiki/Mihaly_Csikszentmihalyi seorang pakar kreativiti yang telah 30 tahun meneliti kehidupan orang-orang kreatif, kesalahfahaman dalam menghadapi mereka sering timbul karena pada dasarnya individu yang kreatif memang memiliki kepribadian yang lebih kompleks dibanding orang lain. Jika kepribadian manusia biasa pada umumnya memiliki kecenderungan ke arah tertentu, terhad dan statik, maka kepribadian orang kreatif terdiri dari sifat-sifat berlawanan yang terus-menerus 'bertarung', tapi di sisi lain juga hidup berdampingan dalam satu tubuh. Apakah sifat-sifat kontradiktif mereka?

Orang-orang kreatif memiliki tingkat energi yang tinggi, tapi mereka juga memerlukan waktu lama untuk beristirahat. Mereka tahan berkonsentrasi dalam waktu yang lama tanpa merasa jenuh, lapar, atau gatal-gatal karena belum mandi. Tapi begitu sudah selesai, mereka juga boleh menghabiskan waktu berhari-hari untuk mengisi ulang tenaga mereka; Di mata orang luar, mereka jadi terlihat seperti orang termalas di dunia.

Orang-orang kreatif pada umumnya juga cerdas, tapi di sisi lain mereka tidak segan-segan untuk berfikir ala orang bodoh dalam memandang persoalan. Malahan terpaku sejak awal pada satu macam penyelesaian ('cara yang benar'), mereka memulai pemecahan masalah dengan berfikir divergen: Mengeluarkan sebanyak mungkin dan seberagam mungkin Idea yang terfikir, tak peduli betapa bodoh kedengarannya bagi orang yang tidak kreatif.

Orang-orang kreatif adalah orang yang playful, tapi mereka juga penuh disiplin dan ketekunan. Tidak seperti dewasa lainnya yang melihat dunia dengan kacamata super-serius, orang-orang kreatif memandang bidang yang diminatinya mereka seperti taman ria. Mereka melakukan pekerjaannya dengan begitu menghiburkan diri sehingga terkesan seperti sedang bermain-main, padahal sebenarnya mereka juga bekerja keras mewujudkan 'mainannya'.

Fikiran orang-orang kreatif selalu penuh khayalan dan fantasi, tapi mereka juga tak lupa untuk tetap kembali ke alam nyata. Mereka mampu membuahkan ilham-ilham gila yang belum pernah tercetus oleh 6 juta manusia lain, tapi yang membuat mereka bukan sekadar pemimpi di siang hari adalah usaha mereka untuk menjambatani dunia khayalan mereka dengan kenyataan sehingga orang lain boleh ikut mengerti dan menikmatinya.

Orang-orang kreatif cenderung bersifat introvert dan ekstrovert. Pada kebanyakan orang lain, biasanya ada satu sifat yang cenderung lebih mendominasi perilakunya sehari-hari, tapi kedua sifat itu tampaknya muncul dalam campuran yang setara pada orang-orang kreatif. Mereka sangat menikmati baik pergaulan dengan orang lain (terutama dengan orang-orang kreatif lain yang sehobi) Tetapi menjadi musuh pada golongan yang buntu dan tidak kreatif, kerana idea dan pemikiran mereka akan buat orang tidak keratif sakit kepala dan serta budaya kerja orang tidak kreatif yang terlalu rutin dan tetap. Malahan mereka lebih suka bersendirian total ketika mengerjakan sesuatu.

Orang-orang kreatif biasanya rendah hati, namun juga bangga akan pencapaiannya. Mereka sedar bahwa Idea-Idea mereka tidak muncul begitu saja, melainkan hasil olahan inspirasi dan pengetahuan yang diperoleh dari lingkungan dan tokoh-tokoh kreatif yang menjadi idola mereka. Mereka juga terfokus pada rencana masa depan atau pekerjaan saat ini sehingga prestasi di masa lalu tidak sebegitu berartinya bagi mereka.

Orang-orang kreatif adalah androgini; Mereka mempelbagai-bagaikan batas-batas yang kaku dari stereotype kejantinaan mereka. Laki-laki yang kreatif biasanya lebih sensitif dan kurang agresif dibanding laki-laki lain yang tidak begitu kreatif, sementara perempuan yang kreatif juga lebih dominan dan 'keras' dibanding perempuan pada umumnya.

Orang-orang kreatif adalah pemberontak, tapi pada saat yang sama mereka tetap menghargai tradisi lama. Tentu sulit menyematkan nilai kreativiti pada sebuah teori atau karya yang tidak mengandung sesuatu yang baru, tapi orang-orang kreatif tidak ingin membuat sesuatu yang sekedar berbeda dari yang sudah ada; Ada unsur 'pembaikan' atau 'peningkatan' yang harus dipenuhi, dan itu hanya boleh dilakukan setelah orang-orang kreatif cukup memahami aturan-aturan dasarnya untuk boleh menyelaminya. Tidak semestinya Idea mereka yang kreatif diterima pada masa semasa.

Orang-orang kreatif sangat bersemangat mendalami pekerjaannya, tapi mereka juga boleh sangat objektif menilai hasilnya. Tanpa hasrat yang menggebu-gebu, mereka mungkin sudah menyerah sebelum sempat mewujudkan Idea kreatif mereka yang sulit dinyatakan, tapi mereka juga tidak dapat menghasilkan sesuatu yang benar-benar hebat tanpa kemampuan menerima kritikan orang lain atau kritikan sendiri dan karya sendiri habis-habisan - habolehn.

Orang-orang kreatif pada umumnya lebih terbuka terhadap hal-hal baru dan sensitif pada lingkungan. Sifat ini menyenangkan mereka (karena mendukung proses kreatif), tapi juga membuat mereka sering gelisah -bahkan menderita. Sesuatu yang tidak beres di sekitar mereka, kritik dan cemohan terhadap hasil karya, atau pencapaian yang tidak dihargai sebagaimana mestinya oelh golongan buntu atau tidak kreatif yang menguasai industri dan negara.

Hal-hal ini mengganggu orang kreatif lebih dari orang biasa. Hasil daripada kajian yang dibuat terhadap orang kreatif ini telah berjaya menghasilkan tenaga kerja yang kreatif dalam bidang kejuruteraan terutamanya di negara-negara maju dalam menghasilkan produk-produk sebagai contoh kereta yang berdaya saing dan berkualiti berbanding Malaysia yang kurang menghargai golongan ini.

jika tanpa golongan ini, negara akan lumpuh dari aktiviti ekonomi yang dapat menjana kemajuan negara dan rakyatnya.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Nota: Hanya ahli blog ini sahaja yang boleh mencatat ulasan.

Tarikh hari ini

slow connection? click here